TOP
REVIEWS
Review: Sony Ericsson Xperia Ray ST18i
Medium-sized Gingerbread
Sep 29 2011 4:09PM
Nilai kami
(Cara Menilai)
9.1
64
70844

Anda mungkin merasa tidak cocok dengan ponsel Android kelas atas seperti Xperia Arc, Samsung Galaxy S II, LG Optimus 2x dan lain-lain karena layarnya yang besar di atas 3.5 inci membuat bodinya juga besar, meskipun fitur-fiturnya memang mumpuni. Namun untuk ponsel Android yang lebih kecil, biasanya fiturnya juga mini. Meskipun ada Xperia Mini atau Xperia Mini Pro yang mungil dan tetap memiliki fitur menarik, namun banyak yang menganggap layar mereka yang hanya 3 inci terlalu kecil. Sony Ericsson kemudian merilis Xperia Ray yang berlayar 3.3 inci. Dilengkapi dengan prosesor Scorpion 1GHz, GPU Adreno 205, kamera 8MP dengan exmor R dan Bravia Engine, ponsel berharga Rp. 3,1 juta ini benar-benar berfitur seperti Xperia Arc namun dengan balutan casing yang lebih sederhana dan lebih kecil.

Paket Penjualan
- Kartu Garansi
- Kable data dan kepala charger
- headset standar MH410
- buku manual
- baterai 1500 mAh




Desain dan Bodi
Bodi Ray terlihat memanjang. Ini karena terdapat jarak yang cukup lebar antara ujung ponsel bagian atas dan layar, demikian juga dengan bagian bawahnya. Untuk impresinya sendiri, ponsel ini cukup keren (relatif), kesan Xperia ala Sony Ericsson begitu lekat di ponsel ini. Bagian belakang ponsel terbuat dari bahan karet doff seperti halnya Sony Ericsson Xperia X10 berwarna hitam. Di samping kiri dan kanan ada list aluminium, namun tidak terlalu mencolok karena warnanya juga gelap. Casing belakang lumayan mudah dibuka. Di bagian depan ada kamera depan, sementara itu tombol ponsel adalah tombol sensitif sentuhan ''back'' dan ''menu'' yang mengapit tombol fisik ''Home''. Yang cukup unik adalah lampu notifikasi yang berada di sekeliling tombol Home. Misalkan kalau Anda charge batere ponsel maka sekeliling tombol Home ini akan menyala merah, kalau sudah penuh berganti hijau. Tidak ada tombol kamera di ponsel ini. Speaker sendiri ada satu buah di bagian belakang ponsel di bagian bawah.



kiri-kanan: iPhone 4, Xperia Ray, Galaxy S Captivate

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Layar
Layar Ray dilengkapi dengan Bravia Engine. Namun Bravia Engine hanya aktif saat memutar file multimedia. Dengan ukuran 3,3 inci dan resolusi 854x480 piksel (Full WVGA) Layar Ray tergolong kecil namun piksel-pikselnya sangat rapat. Layarnya masih tergolong kecil untuk orang yang berjari besar, apalagi jika Anda mengetik menggunakan keyboard qwerty dengan posisi portrait. Sudut penglihatan tidak begitu bagus, sementara itu di bawah layar matahari layar masih cukup terlihat. Karakteristik warna yang dihasilkan layar Ray mirip dengan Xperia Arc, Mini Pro dan Play, dalam menampilkan warna putih agak kekuningan. Layar kelihatan cukup natural dibandingkan Super Amoled, namun tingkat kontras dan sudut penglihatannya kalah. Sayangnya tidak ada fitur auto brightness yang sebenarnya cukup berguna kalau Anda sering memakai ponsel di luar ruangan sehingga Anda tidak perlu mengganti pengaturan tingkat kecerahan layar secara manual.



Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Antar Muka
Karena layar yang digunakan beresolusi sama, tidak mengherankan kalau user interface yang digunakan Xperia Ray sama dan nyaris persis dengan Xperia Play maupun Arc, dengan nuansa biru gelap ala Sony Ericsson. Layar Homescreen terdiri dari 5 halaman yang bisa ditambahkan shortcut, widget, folder dan wallpaper. Themes bisa diganti dengan berbagai macam warna menarik.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Wallpaper yang dipakai juga menjadi background menu utama. Untuk melihat aplikasi yang terakhir dibuka Anda dapat menahan tombol Home selama beberapa detik. Bar notifikasi hanya menampilkan notifikasi tanpa adanya akses pintas. Menu utama yang terdiri dari halaman yang tersusun secara horizontal tidak dapat diubah menjadi vertikal namun untuk susunannya bisa diubah semau Anda.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Input Teks
Input keyboard ada 3 yakni Chinese keyboard, International keyboard dan japanese keyboard, jadi Anda bisa mengetik dalam bahasa Jepang dan China. Secara default keyboard yang digunakan saat ponsel dalam posisi portrait adalah keypad ''Phonepad'' alias abc. Meski begitu Anda bisa menggantinya dengan keyboard qwerty, namun dirasakan cukup sulit mengetik untuk orang yang berjari besar. Sedangkan dalam posisi landscape tidak ada masalah. Untuk pengaturan ada learn words, quick fixes, word suggestion, dan feedback berupa getaran sewaktu mengetik.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Phonebook
Saat pertama kali menggunakan contact akan ada opsi untuk mengimpor kontak dan melakukan sinkronisasi dengan akun-akun anda semisal Facebook, WhatsApp, Exchange, Sync ML dan Google. Untuk kontak baru, beberapa field tambahan yang bisa dipilih adalah ringtone, IM, Email, Postal, Organization, Notes, Nickname, Website dan Internet Call.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Messaging
Antar muka pada penulisan SMS sangat intuitif dan mudah digunakan,dengan tampilan format Threading ataupun chat disediakan memudahkan pengguna melihat obrolan mereka. Untuk mengubahnya menjadi MMS pun sangat mudah, hanya dengan menambahkan file multimedia.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


G-Mail pada ponsel Android sudah tidak diragukan lagi, push email sangat cepat. Mendukung beberapa akun Gmail, dan fitur-fitur standar seperti signature, text size, label, notification, dan lain-lain. Email masuk ke bar notifikasi hampir secara real time.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Messenger bawaan ponsel ini adalah G-Talk, yang dilengkapi push notification dengan sempurna. Messenger lain dapat anda unduh di Android Market. Selain itu ada WhatsApp yang sudah mulai populer di kalangan non pengguna BlackBerry.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Kamera
Dengan kemampuan tangkapan gambar sampai dengan 8 megapiksel, seperti Xperia Arc, terlebih lagi sensor yang digunakan sama, Exmor R mobile dari Sony, yang menjanjikan hasil gambar yang lebih baik di kondisi gelap atau kurang cahaya. Tidak hanya itu, Ray juga dilengkapi dengn LED flash dan perekam video HD 720p. Fitur-fitur yang menyertai kamera Ray cukup banyak, antara lain: smile dan face detector, self timer, autofocus (single, multi), macro, infinity, touch focus, exposure, stabilizer, geo tagging dan scenes. Antar muka kameranya sama dengan Xperia Arc, mudah digunakan namun absennya tombol kamera cukup menyusahkan.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Hasil kamera di dalam ruangan dan kondisi minim cahaya cukup bagus berkat sensor Exmor R. Lihat foto paling ujung kanan di bawah: disana meskipun dipenuhi noise tapi apa yang difoto terlihat. Jika Anda menggunakan ponsel lain, Anda nyaris tidak akan menangkap gambar apapun selain kegelapan. Namun kelemahan kamera Arc juga ada disini; hasilnya kurang detil, ini karena ukuran file foto yang dihasilkan hampir selalu di bawah 1MB. Secara umum warna yang dihasilkan bagus.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Perekam Video
Fitur-fiturnya antara lain: exposure, white balance, metering, self timer, stabilizer, dan focus mode (single autofocus, face detection dan infinity).

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Hasil rekaman video juga terbantu oleh Exmor R. Hasil video berformat mp4 dengan resolusi 1280x720 piksel, framerate 29 frame per detik dan bitrate lebih dari 6000kbps. Hasilnya jernih, tidak ada frameskip dan cukup tajam. 1 menit rekaman video menghabiskan storage sebesar 45MB, cukup irit.



Pemutar Musik
Music Player menggunakan tampilan yang diberi kustomisasi oleh Sony Ericsson, namun pada intinya sama saja, dengan 4 kategori utama: Artist, Albums, Tracks dan Playlists. Dalam mode landscape tampilannya hampir sama namun cukup menarik. Ada beberapa pilihan ekualiser seperti classic, dance, flat, pop, rock dan lain-lain. Lagu dapat dikirim melalui bluetooth, Gmail, MMS dan WhatsApp. Kualitas suara yang dihasilkan Ray cukup kencang, ini karena fitur XLoud yang ada di jajaran ponsel Xperia terbaru. Menggunakan headset kualitas yang dihasilkan cukup bagus, namun sayangnya headset bawaan biasa-biasa saja.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Galeri Foto
Galeri foto dan video pada Ray adalah galeri dengan tampilan 3d ala ponsel Android. Waktu yang diperlukan untuk loading galeri cukup cepat, zooming dapat dilakukan dengan pinch and zoom. Seperti biasa semua folder yang mengandung file gambar dan video masuk ke dalam galeri. Kita dapat langsung mengupload / share foto melalui MMS, Gmail, email, Facebook, Picasa, Bluetooth dan WhatsApp. Lalu gambar yang ada bisa dijadikan wallpaper, di crop, atau diputar. Adanya Bravia Engine membuat tampilan multimedia menjadi semakin bagus, warna yang dihasilkan cenderung natural.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Pemutar Video
Seperti hasil rekaman videonya pemutar video Ray mampu memutar sampai resolusi HD 720p. Video hasil unduhan dari Youtube diputar dengan lancar, warna yang dihasilkan cukup bagus, apalagi dengan ketajaman layar 297 piksel per inci dan Bravia Engine. Meskipun resolusi WVGA di layar yang kecil mungkin terasa tidak maksimal dan tidak memuaskan, terlebih jika Anda terbiasa dengan ponsel Android berlayar lebih dari 3.5 inci. Satu lagi pengaturan di pemutar video bawaan Ray nyaris tidak ada, selain itu efek suara maupun subtitle tidak didukung oleh ponsel ini.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



FM Radio
Anda harus menggunakan headset yang berfungsi sebagai antena untuk mendengarkan siaran radio. ID stasiun bisa ditampilkan (kalau memang ada)

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Konektivitas
Xperia Ray berjalan pada jaringan Quadband 850/1800/1900/2100 dan HSDPA 2100. Lalu konektivitas lokal adalah a-GPS, bluetooth 2.1, WiFi (802,11 b/g/n) dengan DLNA dan kemampuan menjadi hotspot, dan micro USB (sebagai mass storage dan PC sync menggunakan Sony Ericsson PC Companion).

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Web Browser
Dengan layar resolusi tinggi tampilan situs desktop lebih maksimal ditambah lagi dengan kinerjanya yang bagus dan cukup smooth saat membuka situs yang dipenuhi banyak konten seperti TeknoUp. Video flash dari Youtube tampil dengan lancar di browser ponsel ini. Meski begitu ada beberapa momen frameskip saat melihat video flash. Jumlah maksimal browser yang bisa dibuka sampai dengan 8 buah tab. Selain itu ada berbagai pengaturan standar browser seperti history, cookies, javascript dan lain-lain. Silakan lihat video di bawah untuk mengetahui lebih lanjut performa browser dari Xperia Ray.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery




Aplikasi Bawaan
Berbagai aplikasi bawaan seperti Sony Ericsson terdahulu seperti Timescape, Google Maps, Wisepilot, Foursquare, WhatsApp, Place, dan Office Suite ada di ponsel ini:

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Aplikasi Pihak Ketiga
Mobo Player

Dengan aplikasi pihak ketiga ini keterbatasan codec pada Xperia Ray teratasi, sehingga ponsel ini dapat menayangkan file video selain format mp4. Namun tentu tidak semua file video bisa diputar, tergantung bitrate dan resolusi video itu sendiri.File subtitle berformat .srt didukung oleh aplikasi ini.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Crazy Snowboard

Game Crazy Snowboard yang merupakan game gratisan (dengan iklan tentu saja) yang bisa anda unduh di market. Game full 3 dimensi tentang ski di area bersalju ini sangat lancar dan sangat smooth di Xperia Ray.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Camera360

Camera 360 yang memiliki segudang fitur-fitur keren dan efek-efek yang akan membuat hasil foto dari kamera Ray yang sudah bagus menjadi semakin menarik dan fun. Aplikasi ini tersedia gratis di Android Market.

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery



Benchmark
Quadrant Standart: 1372 poin
Neocore 3D: 59.4 frame per detik
Multitouch Test: maksimal 9 sentuhan bersamaan

Sony Ericsson Xperia Ray ST18i Review Gallery


Daya Tahan Baterai
Seperti Arc yang ditenagai oleh baterai lithium ion berkapasitas 1500 mAh, Ray dengan layar yang lebih kecil 1 inci diberi kapasitas baterai yang sama. Jadi teorinya Ray lebih irit dan itu benar, ponsel ini cukup irit, jam 9 pagi sampai jam 5 sore kami melakukan review, baterai masih di kisaran 40-50 persen.

Kesimpulan
Dari segi desain cukup menarik, sedangkan multimedianya pun istimewa. Dengan harga Rp. 3,1 juta fitur-fitur yang ada di Xperia Ray bisa bersaing dengan kakaknya sendiri Xperia Arc yang masih diatas Rp. 4 juta. Dengan demikian harga ponsel ini bisa dibilang cukup reasonable untuk Anda yang menginginkan ponsel dengan fitur seperti Arc atau Neo namun merasa kedua ponsel itu terlalu besar. Meski begitu calon pembeli yang mungkin akan menghadapi dilema dengan ukuran layar Xperia Ray, dari Sony Ericsson saja segera muncul Xperia Neo yang berfitur mirip namun berlayar lebih besar.


Kelebihan
- lampu notifikasi yang unik dan menarik
- kamera dengan LED flash
- Exmor R Mobile
- Bravia Engine

Kekurangan
- Tidak ada tombol kamera
- Dukungan codec video bawaan terbatas



Kembali ke atas
BACA INI JUGA
20
18 Sep 2014
14
18 Sep 2014
121
01 Sep 2014
18
01 Sep 2014


Jika Anda mengalami kesulitan mengakses komentar, kunjungi TeknoUp Mobile version
RECENT
REVIEWS
Nokia Lumia 530
Si Entry Level Paling Smooth
20
Sep 18 2014
ASUS Zenfone 4S
Penyempurna Lebih Manusiawi
14
Sep 15 2014
ASUS Fonepad 7 (FE170CG)
Tablet Murah All-Around
3
Sep 1 2014
LG G3 vs Samsung Galaxy S5
Pertarungan Berdarah Dua Korea
25
Aug 29 2014
Sony Xperia T3
Tipis Bodi Tebal Konektivitas
31
Aug 25 2014
Oppo N1 Mini
Untuk Selfie yang Lebih Baik
6
Aug 21 2014
Asus Memopad HD 7
Tablet Entry Level dengan Stamina Tinggi
10
Jul 18 2014
Samsung Galaxy S5
5emakin Mengerti Anda
42
Jul 12 2014
MOST
COMMENTED
Konten TeknoUp.com yang paling banyak di komentari dalam 7 x 24 Jam.