TOP
REVIEWS
Review: Sony Cyber-shot DSC-RX100
Kamera Saku yang Cocok Satu Tas dengan DSLR
Sep 18 2012 12:57PM
Nilai kami
(Cara Menilai)
9.1
17
25497

Perkenalan
Sony Cyber-Shot DSC-RX100 merupakan kamera jenis kompak (compact) terbaru dari Sony. Kamera ini resmi hadir di Indonesia pada Jumat, 14 September 2012. Sony RX100 memiliki sensor CMOS Exmor 1 (13,2 x 8,8mm, aspek rasio 3:2) dan resolusi 20,2MP. Menggunakan lensa Carl Zeiss Vario-Sonnar T* 28-100mm f1,8-4.9. Meski hadir dengan jenis kompak, RX100 disebut-sebut sangat mengesankan dan cocok menjadi cadangan kamera DSLR.

Huruf R yang tertanam dalam nama kamera ini dimaksudkan untuk mengingat kehandalan kamera lensa-fix DSC-R1. Dua hal yang bisa disamakan adalah kemampuan mengambil RAW dan desainnya yang lebih sederhana.

Kamera kompak memang seringkali menjadi kamera cadangan yang dibawa fotografer selain ia membawa DSLR sebagai kamera utamanya. Pasalnya, dengan ukurannya yang kecil, kamera kompak sangat mudah dimasukkan ke dalam saku, dan tentunya lebih ringan dari DSLR. Tapi bagaimana dengan kualitas dan kemampuan Sony RX100? Apa memang kamera ini cocok satu tas dengan DSLR? Simak review TeknoUp untuk kamera Sony RX100 yang dibandrol 6,9 juta rupiah ini.

Desain dan Menu Kontrol
Desain body Sony RX100 mirip dengan kamera saku bermodel jadul (jaman dulu), terlihat kotak dan simple di sisi depan. Di bagian depannya terdapat lensa fix yang terlihat menonjol, di lingkaran lensa terdapat cincin yang bisa diputar untuk mengatur bukaan lensa, manual fokus, atau fungsi lain. Juga terdapat lampu assist kecil terletak diantara lensa dan zoom.


Pada body bagian belakang, terdapat layar LCD 3" 1.229.000 titik dengan teknologi WhiteMagic yang bisa menghasilkan keterangan yang baik dan mengoptimalkan daya tahan baterai. Di sebelah kanannya terdapat tombol Movie, Fn, Menu, Play, Help/Trash, juga navigasi putar yang termasuk menu shortcut untuk Timer, Continuous Shoot, Display, Flash, dan pengaturan manual diafragma dan speed.

Di body sebelah atas terdapat lampu flash yang dapat keluar ketika diaktifkan, mikrofon stereo, tombol power, shutter, zoom, dan menu kontrol putar. Sementara di bagian sisi body sebelah kanan terdapat slot micro USB yang digunakan untuk transfer file via kabel dan juga untuk charging, di dekatnya juga ada tempat untuk menyisipkan gantungan. Pada body sebelah kiri terdapat speaker dan juga tempat gantungan, sehingga kamera ini bisa menggunakan gantungan model kalung. Sementara di bagian bawah body terdapat ulir tripod, slot baterai, memori SD dan HDMI


Pada menu kontrol putar, terdapat pilihan Manual, Sutter Priority, Aperture Priority, Program Auto, Superior Auto, Intelligent Auto, Scene Selection, Sweep Shooting, Movie, dan Memory Recall.


Sony Cyber-shot DSC-RX100 Review Gallery


Performa
Performa pertama yang kami uji dengan Sony RX100 adalah waktu hidupnya / startup time. Hasil tes yang kami coba tersebut mencatat waktu sekitar 2 detik dari keadaan nonaktif sampai ke posisi siap menjepret. Pada mode Drive, RX100 mampu mengambil foto 2,5 per detik, sementara pada mode Speed Priority mampu mengambil 10 gambar per detik. Untuk shutter speed, RX00 mampu hingga 1/2000 sec pada maximum shutter speed dan 30 sec untuk minimum shutter speed.

Kecepatan penyimpanan ke kartu memory juga terbilang cepat. Kami mengujinya saat mengambil gabar format JPG maupun RAW, hasilnya ketika foto disimpan, kamera langsung bisa memotret gambar lain tanpa lag. Begitupun halnya ketika menyimpan hasil rekaman video, proses penyimpanan juga terbilang cepat. Dengan resolusi 20,2MP, RX100 merekam foto dengan dimensi 5.472 x 3.648 piksel.


Sony RX100 menggunakan lensa dengan panjang 28-100 mm atau optical zoom 3,6x (digital zoom 14x bisa diaktifkan melalui Menu). Proses zoom yang kami rasakan tidak cepat, namun halus. Sementara kecepatan fokus juga terasa halus, dan cepat. Kamera ini memiliki titik fokus sebanyak 25 dan mampu mengambil fokus gambar macro dengan jarak dekat 5 cm.

Lampu assist yang berukuran cukup mungil ternyata sangat membantu saat kondisi objek gelap atau minim cahaya. Lampu assist berwarna merah menembak di tengah dan fokus langsung terkunci. Cepat.

Sony Cyber-shot DSC-RX100 Review Gallery

Sony Cyber-shot DSC-RX100 Review Gallery

Fitur
Pada menu putar SCN (Scene), terdapat pilihan:

  • Potrait: menghasilkan foto dengan rasa bokeh
  • Anti Motion Blur: mengurangi foto blur akbiat foto dengan zoom jauh atau pada kondisi minim cahaya
  • Sports Action: mengambil foto dengan shutter speed yang tinggi untuk subjek yang bergerak cepat
  • Pet: mengurangi blur saat memotret hewan yang biasanya bergerak tak tentu
  • Gourmet: untuk memudahkan memotret makanan agar tampak lezat
  • Macro: untuk memotret objek kecil atau dekat
  • Landscape: memotret pemandangan dengan mengecilkan diafragma, agar gambar lebih tajam
  • Sunset: memotret momen matahari terbenam, membuat warna langit lebih memerah
  • Night Scene: mengambil gambar saat kondisi malam hari, gunakan tripod untuk mengurangi blur
  • Hand-held Twilight: memotret malam hari tanpa tripod, dengan foto kontinyu
  • Night Potrait: otomatis menembakkan flash untuk menangkap foreground dan shutter lambat untuk menagkap background
  • Fireworks: untuk memotret kembang api tanpa menembakkan flash
  • ISO / High Sensitive: mengurangi blur saat memotret kondisi gelap, tanpa flash

Sony Cyber-shot DSC-RX100 Review Gallery

Sony RX100 juga memiliki fitur Panorama, yakni untuk menangkap pemandangan dengan arah horizontal maupun vertical. Perubahan arah pengambilan panorama terdapat di pengaturan Menu. Cara kerja fitur ini adalah dengan menangkap foto demi foto, bukan dengan cara merekam movie/video.


Picture Effect yang juga disematkan menghadirkan pilihan efek yang cukup menarik, diantaranya adalah Toy Camera, Particial Colour, Pop Colour, HDR Painting, Miniature, Illustration, Watercolour, dan lain-lain. Kami mencoba fitur Toy Camera, fitur ini menghasilkan foto seakan-akan sedang memotret menggunakan kamera lomo, diantaranya terdapat efek vignette. Sementara fitur Miniature menghasilkan foto seakan-akan objek adalah bentuk miniature.

Kamera ini juga memiliki fitur pendeteksi wajah secara otomatis.Fitur Auto Potrait Framing tersebut bisa mendeteksi wajah lebih dari satu orang. Pada wajah yang mengahadap ke kamera, fitur ini akan memfokuskan Point of Interest (POI) ke wajah tersebut. Sementara jika memotret terlalu jauh dengan subjek, RX100 akan memotong gambar secara otomatis, jadi POI lebih mengarah ke subjek, bukan lingkungan sekitarnya.

Ada juga teknologi G-Sensor. Sensor ini mendeteksi akselerasi body. Bisa dimanfaatkan ketika kita sedang melihat hasil foto lalu memutar body, maka hasil foto tersebut juga akan ikut berputar. Sementara pemanfaatan lainnya adalah mendeteksi keseimbangan body saat menjepret. Selain itu ada juga fitur focus tracking, yang akan mengunci fokus pada titik tertentu meski kamera digerakkan. Lihat pada penggunaannya berikut.



Sony Cyber-shot DSC-RX100 Review Gallery

Kualitas Gambar dan Noise
Sony RX100 memiliki rentang ISO 125-6400, namun juga terdapat tambahan ISO 80 dan 100. Sementara jika masuk pada mode Multi Frame NR, pilihan ISO bertambah ke 12800 dan 25600. Kamera ini menggunakan sensor Exmor berukuran 1 inci (13,2 x 8,8mm) yang mana lebih besar dibanding kamera kompak pada umumnya. Besaran sensor ini tentu bisa menangkap gambar yang lebih luas dan juga cahaya yang lebih banyak. Sementara bukaan diafragma terbesarnya adalah f/1.8, sebuah bukaan yang besar untuk menghasilkan bokeh yang cantik.

iso sony rx100

Pada hasil perbandingan ISO diatas, terlihat ISO 80 menghasilkan gambar yang tajam dan jernih. Sementara pada ISO 400 sudah mulai terlihat noise namun masih sangat sedikit, begitu juga foto ISO 800 terbilang masih baik. Untuk mengunduh semua file asli foto perbandingan ISO, Teknokerz bisa mengunduhnya melalui link ini.

Foto daun dibawah ini diambil menggunakan bukaan besar sehingga fokus sangat sempit. Namun hasil crop 100% terlihat fokus yang tajam.

sony rx100 image quality

sony rx100 image quality crop 100%

Movie
Sony RX100 memiliki kemampuan perekaman video AVCHD 28M PS (1920 x 1080, 50p) / 24M FX (1920 x 1080, 50i) / 17M FH (1920 x 1080, 50i) dan MP4 12M (1440 x 1080, 25fps) / 3M VGA (640 x 480, 25fps).

Pada pengujian yang kami lakukan menggunakan pengaturan AVCHD 28M PS (1920 x 1080, 50p), hasilnya terbilang memuaskan. Terlebih ada fitur SteadyShot yang bisa membantu meredam getaran, sehingga pergerakan kamera terlihat lebih halus. Perubahan cahaya dari kondisi terang-gelap juga baik dan halus. Hasil video dari RX100 terbilang memuaskan untuk kamera kelas kompak.

Video dibawah ini memperlihatkan penggunaan SteadyShot aktif dan non-aktif. Video direkam menggunakan tangan (tanpa bantuan alat stabilizer), saat berjalan dan kemudian berlari.


Contoh Foto

DSC00419

DSC00319

DSC00423

DSC00441

DSC00410

DSC00434

DSC00413

DSC00432

Kesimpulan
Sony Cyber-shot RX100 menggunakan sensor CMOS berukuran 1 inci dan bersolusi 20,3MP. Sensor ini merupakan terbesar di kelasnya. Besaran sensor tentunya mempengaruhi daya tangkap gambar yang lebih wide (luas) dan penerimaan cahaya yang lebih banyak. Rentang ISO yang ditanamkan adalah dari 80 hingga 6400, atau bisa diaktifkan extended ISO hingga 25600. Bukaan lensa yang yang lebar f/1.8 juga ikut membantu menangkap gambar di kondisi minim cahaya, serta menghasilkan blur atau bokeh yang cantik. Untuk urusan video, kamera kompak ini mampu merekam hingga AVCHD Full HD (1920 x 1080, 50p) dengan tambahan fitur SteadyShot untuk meredam shaking.

Fitur yang menarik lainnya adalah adanya Control Ring pada lensa. Control Ring membantu fotografer ketika menggunakan mode manual dalam mengatur fokus, bukaan lensa, dan pilihan menu pintas lain yang bisa disesuaikan. Ditambah menu putar yang bisa merasakan kehadiran kamera SLR di body kamera kompak.

Kamera ini juga cocok untuk memotret keluarga. Fitur Auto Potrait Framing memudahkan fotografer mengambil foto subjek manusia. Fitur ini akan secara otomatis mendeteksi wajah dan menjadikannya sebagai Point of Interest.

Hasil foto memang terbilang tajam dan bersih pada ISO 80. Hasil yang kami dapatkan bisa dikatakan menduduki jajaran atas di kelasnya. Fungsi flash bersifat pop-up, membuat hasil foto lebih terang pada kondisi gelap.

Pilihan efek yang disediakan RX100 terbilang umum hadir di kamera sejenis. Efek-efek ini sangat membantu bagi fotografer yang suka mengeksplor hasil jepretan langsung di body kamera. RX100 menggunakan baterai NP-BX1 tipe X yang dikatakan hemat energi dan mampu menjepret 330 foto atau merekam 80 menit video AVCHD dalam sekali isi ulang.


Satu fitur yang kami rasa tertinggal dari kamera ini adalah konektifitas WiFi. Memang terdengar masih jarang kamera dengan fitur WiFi, namun WiFi sangat membantu ketika fotografer ingin memindahkan file di kamera ke perangkat smartphone, meremote kamera melalui smartphone, atau bahkan langsung mengunggah hasil jepretannya ke Facebook, Flickr, dan situs-situs lainnya.

Secara keseluruhan, Sony RX100 terbilang sangat memuaskan untuk kamera jenis kompak. Seperti yang digadang-gadang, kamera ini memang cocok menjadi kamera kedua setelah SLR di tas Teknokerz.

Kelebihan:

  • Sensor CMOS 1" dan resolusi 20,2MP
  • Bukaan lensa besar f/1.8-4.9
  • Ring control untuk mempermudah penggunaan mode manual
  • Kualitas foto dan video sangat baik
  • LCD 3" 1,2 juta titik dengan WhiteMagic
  • Body simpel dan kecil
  • SteadyShot sangat membantu meredam shake
  • Performa cepat, termasuk menjepret RAW
  • Daya tahan baterai cukup baik

Kekurangan:

  • Tidak ada WiFi
  • Flash metering kadang kurang akurat
  • Body agak hangat bila merekam video secara terus-menerus



Kembali ke atas


Jika Anda mengalami kesulitan mengakses komentar, kunjungi TeknoUp Mobile version
RECENT
REVIEWS
Proporta iPhone 6 Crabon Fibre Lined Case
Case Anti Peluru dari Proporta
1
Dec 22 2014
Kajsa iPhone 6 Collection Case
Case Serbaguna Untuk Smartphone Anda
0
Dec 22 2014
Cheero Power Plus Danboard Version
Power Bank Unik Keluaran Cheero
0
Dec 22 2014
Otterbox iPhone 5 Resurgence Case
Lakukan Pengisian Daya Tanpa Kabel
0
Dec 19 2014
Nodus iPhone 6 Access Case dengan Micro Suction
Case Ajaib untuk iPhone Anda dari Nodus
1
Dec 18 2014
Pelican iPhone 6 ProGear™ Voyager Case
Case multi-fungsi memberikan perlindungan ekstra pada iPhone 6 Anda
0
Dec 16 2014
Peel iPhone 6 and iPhone 6 Plus Super Thin Case
Memberikan keamanan lebih yang tidak terlihat pada iPhone Anda
0
Nov 14 2014