TOP
REVIEWS
Review: Huawei Ascend P1
Smartphone Tipis dari Negeri Tirai Bambu
Sep 04 2012 1:19PM
Nilai kami
(Cara Menilai)
8.0
23
39870

Huawei Ascend P1 adalah smartphone Android 4.0 ICS yang memiliki ketebalan hanya 7,7 milimeter sehingga menjadi salah satu smartphone paling tipis saat ini. Di dalamnya terdapat prosesor 1.5 GHz dual-core dengan chip TI OMAP 4460 dual-core berbasis Cortex-A9, GPU SGX540, RAM 1GB, layar Super AMOLED 4,3 inci dengan resolusi qHD 960x540 piksel dan dilapisi dengan Gorilla Glass, dan kamera 8MP dengan sensor back-illuminated. Dibanderol cukup mahal yakni Rp. 4,2 jutaan, apakah Huawei Ascend P1 sebagus yang dijanjikan?

Paket Penjualan
Berkonsep minimalis, bentuk dus dan paket penjualan Huawei Ascend P1 sangat mirip dengan Apple iPhone. Isinya antara lain:

  • charger
  • kabel data
  • headset standar
  • manual book
  • kartu garansi
  • hard cover


Huawei Ascend P1 Review Gallery

Desain dan Bodi
P1 yang kami review berwarna putih, namun bagian depan tetap berwarna hitam glossy. Bagian belakangnya juga glossy dengan warna putih. Bodi tidak bisa dibuka, jadi Anda tidak bisa mengganti batre sembarangan. Meskipun desainnya seperti ini, namun bodi ponsel kelihatan kurang fixed. Slot SIMcard di bagian atas tidak bisa ditutup dengan sempurna. Di bagian belakang kamera dikelilingi oleh bahan chrome yang menonjol dibanding permukaan di sekelilingnya, sehingga rentan goresan. Bagian bawah ponsel lebih tebal dibanding bagian atas, seperti pada Samsung Galaxy S II. Secara keseluruhan ponsel ini dengan kontur bodi belakang yang agak melengkung enak digenggam, tidk seperti Motorola RAZR yang konturnya terlalu menyiku, namun bahan yang full glossy cepat kotor dan membuat ponsel licin sehingga Anda harus mempersiapkan kain pembersih untuk membersihkan ponsel ini. Ponsel ini memiliki lampu LED kecil yang berfungsi sebagai penanda notifikasi, tersembunyi di dalam earpiece.









Layar
Dengan layar Super AMOLED 4.3 inci beresolusi 960x540 piksel, Ascend P1 memiliki dimensi layar sama persis dengan Motorola RAZR. Kelemahannya juga sama, masih menggunakan PenTile Matrix dimana 1 piksel hanya berisi 2 subpiksel, sehingga akan terlihat kurang tajam dibanding jenis RGB biasa yang berisi 3 subpiksel, namun kepadatan piksel yang cukup besar (256ppi) hal ini tidak mengganggu jika dibanding PenTile Matrix pada layar Super AMOLED Galaxy S Advance (217ppi), meskipun tentu masih tidak setajam Galaxy Nexus/Note dengan layar HD 720p-nya. Yang pasti dalam pemakaian normal PenTile Matrix pada Ascend P1 relatif tidak mengganggu kecuali jika benar-benar diperhatikan dalam jarak dekat. Karakteristik layar Super AMOLED yang menghasilkan layar yang nyaman dilihat dengan kontras tinggi dan warna hitam yang benar-benar hitam sangat memanjakan mata Anda, meskipun banyak yang menyebut kalau AMOLED tidak natural dan kebiru-biruan dibanding LCD dikarenakan warna yang sangat ngejreng. Sudut penglihatan serta performa di bawah matahari pun bagus.


Huawei Ascend P1 Review Gallery

Input teks, kontak dan messaging
Dengan menggunakan Android 4.0 ICS, pengaturan input teks muncul di bar notifikasi kalau Anda menggunakan keyboard virtual. Ada 3 metode input teks yakni Android keyboard, Google voice typing dan Huawei Input Method. Fitur-fitur dari Huawei Input Method antara lain predictive input, auto correct, haptic touch, pengaturan handwriting, dictionary managemen dan bahasa penulisan. Yang cukup menarik adalah fitur keyboard Height dan keyboard theme. Keyboard height memungkinkan Anda mengganti tinggi tuts virtual pada keyboard dengan skala terkecil 1 sampai terbesar 5, sehingga baik Anda yang berjari kecil maupun besar lebih nyaman menggunakan keyboard virtual ini.



Kontak kurang lebih sama saja dengan ponsel Android lainnya, terbagi 3 menjadi Phone, Me dan Favorite. Bisa disinkronisasikan dengan akun Google, Facebook, Twitter dan akun online lainnya untuk mempermudah sinkronisasi phonebook dari akun lain Anda.

Huawei Ascend P1 Review Gallery

Untuk messaging yang tersedia adalah SMS, MMS, email melalui Gmail dan akun lainnya, serta Instant Messenger berupa Google+ Messenger dan Google Talk. Tentu saja Anda dapat menginstal berbagai email client maupun aplikasi IM dari pihak ketiga.

Huawei Ascend P1 Review Gallery

Antar Muka
Huawei Ascend P1 memiliki antar muka yang mirip dengan antarmuka bawaan Android 4.0 ICS namun dengan beberapa sentuhan. Dimulai dari lockscreen dimana Anda bisa langsung menuju ke SMS, Call dan Camera hanya dengan menyapu layar ke arah yang dituju. Di bar notifikasi ada akses menuju Setting. Juga ada tombol akses untuk menyalakan WiFi, Bluetooth, GPS, paket data dan rotasi layar otomatis. Untuk pengaturan display, ada opsi tingkat kecerahan, wallpaper, ukuran huruf dan lain-lain, serta opsi Image Enhancement untuk membuat tampilan layar lebih vivid.




Homescreen memiliki 5 halaman yang berisi ikon aplikasi dan widget. Ponsel ini memiliki 3 Themes yang berbeda, yakni standar Android, Breeze dan Dawn dimana Themes tersebut memberi nuansa berbeda baik dari warna maupun ikon aplikasi yang digunakan. Anda bisa menggunakan Home dengan tampilan efek 3D, namun tentunya kinerja ponsel akan sedikit lebih berat.



Di menu utama terdapat 2 bagian utama yakni Apps dan Widget, selain itu ada akses pintas Android Market di sebelah kanan atas. Menu tersusun secara horizontal, dengan 4x5 ikon aplikasi yang memenuhinya.Urutan aplikasi tidak bisa diganti, jadi sesuai dengan abjad saja. Performa ponsel ini secara keseluruhan lancar dan smooth. Lag hanya terjadi saat Anda memilih mode 3D pada Home.



Kamera dan perekam video
Antar muka kamera menggunakan ikon-ikon saja. Fitur-fiturnya antara lain HDR, burst shot, smile shot, neauty, panorama, low light, efek, scene, white balance, ISO, image adjustment, timer, red eye reduction dan GPS tag. Yang cukup menarik adalah mode efek wajah. Dengan mengandalkan face detection, objek yang difoto akan berubah wajahnya menjadi wajah besar, hidung besar dan efek-efek lucu lainnya.


Huawei Ascend P1 Review Gallery

Hasil kamera sangat standar dan bisa dibilang di bawah hasil yang didapat dari smartphone berkamera 8MP lainnya. Gambar cenderung seperti berkabut dan pucat baik di dalam maupun luar ruangan. Ketika di-zoom sampai 100 persen terlihat bahwa hasilnya kurang tajam, terlihat efek seperti cat air yang muncul pada gambar. Silakan lihat lebih jelasnya pada foto berikut, klik untuk melihat ukuran aslinya.
Makro outdoor:

IMG_20120906_095559

outdoor:

IMG_20120906_095543

IMG_20120906_095529

indoor tanpa flash:

IMG_20120906_095254

indoor dengan flash:

IMG_20120906_095314

indoor makro:

IMG_20120906_095238

Fitur-fitur yang ada di perekam video antara lain: White Balance, stabilizer digital dan GPS Tag. Mode efek wajah juga hadir di perekam video. Untuk video HD 720p menggunakan full frame sedangkan pada mode full HD 1080p gambar yang ditangkap adalah hasil cropping dari sensor kamera, sebuah hal yang biasa dan hampir selalu digunakan oleh smartphone dengan kemampuan rekam 1080p lainnya.

Huawei Ascend P1 Review Gallery

Hasil perekaman video cukup bagus, tidak heran sebab ukurannya cukup besar. 1 menit video menghabiskan storage kira-kira 150MB. Bitrate mencapai 17000kbps dengan framerate 29 fps.

Multimedia
Galeri foto merupakan bawaan dari Google dengan thumbnail yang berukuran besar dan saling berdempetan dan latar belakang hitam. Foto dapat Anda edit sederhana, dirotasi, di-crop dan dijadikan wallpaper. Bisa juga di-share via DLNA, Bluetooth, Picasa, MMS, Google+ dan Gmail serta jejaring sosial. Foto dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi dan waktu. Untuk pengeditan ada fitur crop dan Rotate, selain itu juga ada fitur editing sederhana dengan berbagai efek.



Huawei Ascend P1 Review Gallery

Pemutar video di ponsel ini hadir di dalam gallery. Format seperti mp4, mov, mkv dengan resolusi 1080p bisa diputar dengan sangat lancar, namun file .avi (xvid) dengan resolusi kecil justru kurang lancar. Subtitle eksternal dengan format .srt bisa dihadirkan, namun tidak ada pengaturan apapun. Ada Dolby Mobile untuk output suara surround. Saat memutar video tidak ada pengaturan apapun, hanya ada timeline video saja.


Huawei Ascend P1 Review Gallery

Pemutar musik tampilannya cukup standar dan sederhana, terbagi menjadi beberapa kategori utama seperti playlist, song, album, genre dan folder. Pengaturan ekualiser tidak ada, yang ada hanya pengaktifan Dolby Mobile. Namun ponsel ini memiliki aplikasi pemutar musik bawaan kedua yang bernama Play Music. Tampilannya lebih bagus, dengan berbagai macam ekualiser yang bisa juga dikustom, serta efek bass boost dan 3D effects. Keluaran suara dari loudspeaker tidak begitu kencang. Huawei Ascend P1 memiliki radio FM dengan memanfaatkan headset sebagai antenenya.


Huawei Ascend P1 Review Gallery

Konektivitas

  • 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
  • 3G Network HSDPA 850 / 900 / 1700 / 1900 / 2100, HSDPA, 21 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
  • Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, DLNA
  • Bluetooth v3.0 with A2DP
  • microUSB

Web Browser
Jumlah tab yang bisa dibuka browser bawaan dilipatduakan dari 8 menjadi maksimal 16 tab, seperti pada browser bawaan Galaxy Nexus. Performa web mulus dan smooth, meski membuka halaman yang dipenuhi banyak konten. Fitur-fitur browser bawaan ini antara lain bookmark, share, find, incognito tab, request for desktop site (opsi agar browser selalu membuka situs full), save for offline reading, dan lain-lainnya seperti homepage, form auto-fill, cache, history, cookies, password, ukuran teks dan zoom, javascript, plugin, dan lain-lain. Ada fitur Accessibility untuk kenyamanan Anda dalam berselancar di internet, antara lain pengontrolan skala teks, zoom on double tap, ukuran font minimum yang tampil, dan rendering terbalik (hitam menjadi putih dan sebaliknya).


Huawei Ascend P1 Review Gallery

Benchmarking
Quadrant Standart: 3278
Antutu benchmarking: 5290
Mutitouch Tester: Maksimal 8 sentuhan sekaligus
NenaMark2: 39.1 fps
SunSpider: 2204.7 ms
BrowserMark: 99652 poin






Daya Tahan Batere

Dilengkapi batere 1670mAh, kapasitas yang tergolong standar, Huawei Ascend P1 memiliki daya tahan lumayan lama. Dengan penggunaan normal (FB, Twitter jalan di background, jaringan menggunakan WiFi, sesekali browsing, memutar lagu, video) ponsel ini bisa bertahan seharian.


Kesimpulan

Dengan harga Rp. 4259.000, apa yang ditawarkan Huawei Ascend P1 standar saja sebetulnya. Nambah sedikit menjadi Rp. 4399.000, Anda mendapatkan Motorola Droid RAZR yang juga tipis, namun dengan cover kevlar desainnya lebih mewah, apalagi masalah brand Huawei masih tidak sebesar Motorola. Atau Sony Xperia S (Rp. 4599.000) yang layarnya juga 4.3 inci namun sudah HD 720p, ditambah kamera 12MP. Turun sedikit menjadi Rp. 3,9 juta, Anda bisa mendapatkan Samsung Galaxy Nexus dengan layar HD dan Android terbaru. HTC Sensation XE dan Sony Xperia P juga masih bisa diperoleh dengan harga lebih murah.

Kelebihan:

  • layar Super AMOLED
  • desain tipis
  • performa cukup bagus

Kekurangan:

  • layar Pentile Matrix
  • bodi cepat kotor



Kembali ke atas


Jika Anda mengalami kesulitan mengakses komentar, kunjungi TeknoUp Mobile version
RECENT
REVIEWS
Peel iPhone 6 and iPhone 6 Plus Super Thin Case
Memberikan keamanan lebih yang tidak terlihat pada iPhone Anda
0
Nov 14 2014
Noreve iPhone 6 and iPad Mini Premium Leather Case
Memberikan kesan Mewah pada iPhone Anda yang makin 'berharga'
0
Nov 14 2014
Sony Xperia M2 Aqua
Penyelam di Kelas Menengah
22
Nov 13 2014
Sony Xperia Z3 Compact
The Little Cobra
44
Nov 11 2014
Stave iPhone 5 dan iPhone 6 Hardwood Case
Memberikan kesan natural pada iPhone Anda
0
Nov 7 2014
Nokia Lumia 730 Dual SIM
Ponsel Selfie Rasa Windows Phone
51
Nov 5 2014
LG G3 Stylus
Tampil Premium dengan Stylus
15
Oct 31 2014
Elago S6 Outfit MATRIX iPhone 6 Case
Hardcase Premium Minimalis Berkualitas Tinggi
0
Oct 24 2014
MOST
COMMENTED
Konten TeknoUp.com yang paling banyak di komentari dalam 7 x 24 Jam.