Kini Giliran Apple Kalah di Pengadilan Melawan Samsung dan Motorola
2012-09-22 06:52:35
Oleh Hamdan
35
8583

Kemenangan Apple atas Samsung di Amerika Serikat ternyata tidak dapat diulang di tempat lain. Menurut Bloomberg, Apple telah kalah melalui putusan pengadilan di Jerman melawan teman sekaligus rekanan kerja terbesarnya tersebut. Apple kalah dalam pengadilan terkait gugatan paten atas teknologi layar sentuh yang dimiliki Apple.

Samsung menurut pengadilan regional Mannheim tidak melanggar paten Apple terkait fitur teknologi layar sentuh. Hal tersebut disampaikan salah seorang wakil Samsung yang juga dikonfirmasi oleh wakil pengadilan di Jerman.

Paten yang diperkarakan membahas tentang model cara sentuhan untuk menerjemahkan masukan pengguna. Paten ini lebih luas daripada paten pinch-to-zoom yang digunakan Apple memenangkan gugatan di Amerika Serikat. Pengadilan Jerman menolak penerapan paten tersebut dalam kasus kali ini seperti yang diklaim Apple karena kalkulasi masukan sentuhan antara iOS dan Android berbeda. Dengan demikian Samsung dan Motorola diputus tidak melanggar paten dimaksud. Paten yang sama juga digunakan Apple di pengadilan Inggris dan Belanda. Hasilnya, Apple juga kalah di kedua negara tersebut.


Pihak Samsung mengatakan menyambut gembira putusan tersebut. Hal tersebut menurut Samsung menunjukkan posisi perusahaan yang memang tidak melanggar hak kekayaan intelektual Apple. Oleh karena itu Samsung berkomitmen akan terus mengembangkan dan memperkenalkan produk untuk meningkatkan kehidupan konsumen yang ada di Jerman. Sementara itu wakil dari Apple, menolak memberikan komentar atas putusan pengadilan tersebut.

Kasus hukum antara Samsung dan Apple masih terus bergulir. Sebelum ini pengadilan San Jose California telah memutuskan untuk memenangkan Apple dalam gugatannya dan memberikan ganti rugi lebih dari 1 miliar dolar. Sepekan kemudian, Apple kalah dalam kasus melawan Samsung di Jepang setelah hakim memutuskan bahwa smartphone dan tablet Samsung tidak melanggar paten milik Apple terkait sinkronisasi data musik dan video ke dalam server.

via Bloomberg, Phone Arena



Jika Anda mengalami kesulitan mengakses komentar, kunjungi TeknoUp Mobile version