Smartfren Ingin Manjakan Pelanggan Data
2012-08-04 07:30:01
87
8893


Smartfren berkomitmen untuk lebih memanjakan para pelanggannya, terutama pelanggan data. Hal ini tak mengherankan, sebab 65 persen pendapatan Smartfren didapat dari layanan data.

Djoko Tata Ibrahim selaku Deputi CEO Smartfren mengatakan kalau Smartfren selalu meningkatkan layanan, terutama layanan data. Diantaranya menambah sekitar 1000 Base Transceiver Station (BTS) dalam waktu 6-9 bulan ke depan. Tak hanya itu, Smartfren juga mencoba menambah jumlah mikro BTS di perkotaan dalam waktu 3-6 bulan ke depan.

Penambahan mikro BTS ini dilakukan sebab sudah tak mungkin membangun BTS di kota padat penduduk seperti di Jakarta. Mikro BTS bisa dipasang di gedung-gedung kantor atau perumahan. Smartfren mengklaim kalau semua itu demi kepuasan pelanggan dalam menikmati layanan Smartfren.

''Sebetulnya kami sudah menambah kanal tapi tetap masih kurang untuk melayani kebutuhan data pelanggan. Soalnya pertumbuhan pelanggan data kami cukup banyak, bisa sampai 200 ribu pelanggan perbulan,'' ujar Djoko.

Taktik memperkuat jaringan ini merupakan salah satu kunci Smartfren menambah jumlah pelanggan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan slogan Internet Anti Lelet yang diusung oleh Smartfren.

Djoko mengaku kalau Smartfren merupakan operator paling bungsu yang bermain di arena layanan data. Untuk itu Smartfren menghadapi tantangan berat dari pemain lama GSM. Karenanya, salah satu trik yang dilakukan Smartfren adalah menguatkan network dengan layanan data yang lebih baik.

Untuk ukuran operator berbasis CDMA, jumlah pelanggan Smartfren sudah tembus 10 juta orang. Dari 10 juta pelanggan, sebagian besar merupakan pengguna layanan data internet. Jumlah pelanggan data tersebut merupakan yang terbesar kedua setelah Telkomsel. Artinya masyarakat percaya kepada kami. Kami pun berusaha membalas dengan memberi jaringan yang anti lelet, imbuh Djoko.



Jika Anda mengalami kesulitan mengakses komentar, kunjungi TeknoUp Mobile version