Pada bulan Mei lalu, United States International Trade Commission memang sudah memutuskan bahwa beberapa perangkat Motorola yang beroperasi dengan Android akan dilarang beredar dan diimpor ke Amerika. Alasan pelarangan ini disebabkan perangkat Motorola tersebut dikatakan melanggar paten Microsoft. Jadwal pelarangan itu sendiri akan mulai efektif pada 18 Juli ini.
Motorola mengatakan bahwa pihaknya sedang membuat rencana untuk tetap mempertahankan perangkat mereka dapat dijual di Amerika. Sayangnya saat ini masih belum jelas apakah Motorola akan membayar Microsoft untuk lisensi teknologi tersebut ataukah akan menghilangkan fitur yang melanggar paten tersebut. Tidak tanggung-tanggung karena ITC mengatakan bahwa 18 produk Motorola dikatakan melanggar paten Microsoft, termasuk juga Motorola Atrix, Backflip, Bravo, Charm, Cliq, Cliq 2, Cliq XT, Defy, Devour, Droid 2, Droid 2 Global, Droid Pro, Droid X, Droid X2, Flipout, Flipside, Spice dan juga Xoom.









